projustitiaunsoed.com

Sinyal WI-FI Antara Ada Dan Tiada: Upaya Dekanat Mengatasinya

Sejumlah mahasiswa dari Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Hukum (KBMFH) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengeluhkan kualitas koneksi Wi-Fi kampus yang dinilai belum stabil. Keluhan tersebut terungkap melalui kuesioner bertajuk “Curhat Wi-Fi: Survei Keresahan Mahasiswa Terkait Koneksi Internet di Kampus” yang menunjukkan bahwa akses internet kerap bermasalah dan mengganggu aktivitas perkuliahan. 

 

Fakta Lapangan: Mayoritas Mengeluh 

Hingga saat ini, telah tercatat sebanyak 20 responden dari Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Hukum (KBMFH) yang telah mengisi kuesioner tersebut. Data menunjukan bahwa mereka mengungkapkan keresahan mereka terhadap koneksi internet kampus yang buruk. Sebagian menegeluhkan bahwa mereka sulit masuk ke dalam halaman log in untuk dapat mengakses Wi-Fi kampus. Kendala terbesar yang mereka sering alami adalah sinyal Wi-Fi yang terdeteksi ke dalam device mereka, tetapi pada saat ingin masuk ke halaman log in, tiba-tiba halaman log in tersebut tidak muncul.

Hampir seluruh mahasiswa yang mengeluhkan keadaan yang seperti ini, itu sangat menganggu berjalannya kegiatan perkuliahan mereka, seperti: gagal dalam melakukan presensi online atau telat dalam men-submit tugas. Hal tersebut bisa sangat berdampak buruk bagi kelangsungan perkuliahan. Kondisi tersebut dinilai merugikan mahasiswa. Fasilitas yang seharusnya dapat meringankan kebutuhan akses pembelajaran belum berfungsi optimal, sehingga sejumlah mahasiswa terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli paket data demi bisa mengakses portal akademik atau mengunduh materi kuliah online.

Beberapa saran dari para mahasiswa yang dapat dipertimbangkan oleh pihak terkait. Dimulai dengan memperbaiki yang sudah ada, seperti: memperbaiki halaman portal log in agar tidak terlalu sulit diakses. Selanjutnya bisa dengan upaya menambahkan beberapa spot Wi-Fi baru di lokasi-lokasi yang ramai dan strategis dan kemudian juga bisa menambahkan kekuatan mbps dari tiap wifinya. 

 

Curhatan Para Mahasiswa

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu KBMFH, ia menyampaikan bahwa kualitas Wi-Fi di kampus masih belum memadai dan sering menjadi kendala dalam aktivitas perkuliahan. 

Menurutnya, sejak pertama kali masuk kuliah di Unsoed, Wi-Fi kampus memang sudah sering bermasalah, seperti koneksi yang lambat bahkan terkadang tidak bisa digunakan. Karena koneksi yang sering tidak dapat diandalkan, ia dan teman-temannya akhirnya lebih sering menggunakan kuota pribadi atau melakukan tethering dengan teman, terutama saat sedang berada di kelas. 

Ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa area di kampus yang cukup sulit terhubung dengan Wi-Fi, seperti di lantai atas gedung dan bagian belakang ruang kelas. Menurutnya, kondisi ini cukup mengganggu aktivitas kuliah, misalnya ketika harus mengunduh kartu ujian, melakukan presensi, atau mencari materi perkuliahan secara online. Selain membuat mahasiswa harus mengeluarkan kuota pribadi lebih banyak, hal ini juga membuat proses belajar menjadi kurang nyaman. Oleh karena itu, ia berharap pihak kampus dapat lebih memperhatikan permasalahan ini dengan memperbaiki sistem Wi-Fi yang sudah ada agar koneksinya lebih stabil dan dapat digunakan dengan baik oleh KBMFH. Ia menyampaikan: 

“Waktu itu mau download kartu ujian, terus rada bermasalah. kalau presensi udah makanan sehari-hari ya, jadi kadang kebanyakan pake kuota sih. Menurut aku jadi susah kalau lagi pada gak punya kuota gitu, jadi lumayan merugikan dan mengganggu juga dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut aku mungkin pihak kampus sudah tahu terkait masalah ini, cuman gak pernah ada penanganan yang serius. Tolong untuk Ibu/Bapak dinaikkan sinyal Wi-Finya, kayak kekuatannya gitu lho, si GB-nya. Jadi biar kan yang make banyak nih biar gak rebut-rebutan gitu. Memperbaiki sistem Wi-Fi yang sudah ada dulu, karena sistem Wi-Fi-nya diperbanyak, tapi kualitasnya sama aja buat apa.” Ujar mahasiswa tersebut.

 

Upaya dari Pihak Dekanat

Berdasarkan hasil wawancara dengan Dr. Rahadi Wasi Bintoro, S.H., M.H. selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Hukum Unsoed pada Selasa (10/3/2026) menjelaskan bahwa memang masih ada beberapa kendala terkait kualitas jaringan Wi-Fi di lingkungan kampus. Menurutnya, jika dilihat dari sisi topologi jaringan, kondisi jaringan Wi-Fi di kampus masih rawan dan belum merata. Akibatnya, tidak semua ruangan dapat mengakses jaringan Wi-Fi dengan kualitas yang sama. 

Ada beberapa area yang sinyalnya cukup baik, tetapi ada juga ruangan yang sinyalnya lemah bahkan terbilang sulit terhubung. Ia mengaku harus memahami kondisi tersebut dan akhirnya menggunakan tethering dari perangkat pribadi ketika koneksi Wi-Fi kampus tidak memungkinkan untuk digunakan.

Dalam menanggapi kondisi tersebut, ia menjelaskan bahwa pihak fakultas sebenarnya sudah berupaya melakukan langkah perbaikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan berkoordinasi dengan LPTSI yang sekarang telah berubah menjadi UPA TIK (Unit Pendukung Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi). Pada awalnya, fakultas telah merencanakan peningkatan kualitas Wi-Fi yang dijadwalkan akan dilakukan pada tahun ini. Bahkan rencana tersebut sudah masuk dalam agenda kerja dan anggarannya pun telah disusun untuk mendukung pelaksanaan perbaikan jaringan di lingkungan fakultas.

Namun, pihak universitas memutuskan bahwa perbaikan jaringan Wi-Fi sebaiknya tidak dilakukan secara terpisah oleh masing-masing fakultas. Hal ini karena kondisi dan permasalahan jaringan di setiap fakultas ternyata berbeda-beda. Selain itu, tidak semua fakultas atau unit memiliki sumber daya yang benar-benar memahami secara teknis mengenai sistem jaringan internet. 

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini jaringan Wi-Fi di lingkungan Unsoed diarahkan untuk menggunakan sistem eduroam. Dengan sistem ini, pengguna hanya perlu memasukkan username dan password yang sama seperti akun email kampus ketika pertama kali log in

Setelah itu, ketika pengguna kembali berada di area kampus, perangkat akan otomatis terhubung kembali dengan jaringan Eduroam tanpa perlu melakukan log in ulang. Bahkan jika seseorang mengunjungi universitas lain yang juga menggunakan jaringan eduroam, perangkat tersebut tetap bisa langsung terhubung karena sudah terdaftar sebagai pengguna eduroam dari Unsoed. 

Meski demikian, Wasi juga mengakui bahwa kualitas jaringan Eduroam saat ini masih belum sepenuhnya optimal. 

“Saya tadi mengerjakan di ruang pimpinan juga belum maksimal, karna tadi yang seharusnya kita bisa eksekusi tahun ini, tapi kemudian di-handle oleh universitas, dari universitas metani semua sedang dilakukan, kayaknya sudah dilakukan tinggal eksekusi aja. Moga-moga dalam waktu dekat bisa dilakukan itu. Kalau iya, bisa optimal semuanya.” Jelasnya

Berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan, ada beberapa ruangan yang sudah memiliki kualitas jaringan yang cukup baik, tetapi ada juga beberapa area yang masih menunjukkan kualitas jaringan yang lemah atau belum sepenuhnya tercover. Wasi menjelaskan bahwa pemetaan tersebut dilakukan di berbagai gedung, mulai dari J1 hingga J6. 

Secara lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa pada awalnya pihak fakultas sudah memiliki rencana untuk melakukan perbaikan jaringan secara mandiri agar seluruh area kampus, termasuk kantin dan berbagai ruangan lain bisa memiliki kualitas sinyal yang lebih baik.

Menurut Wasi, proses seperti ini memang tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan pemetaan, perencanaan, hingga pengadaan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan jaringan di setiap area. Ia juga menyampaikan harapannya agar dalam semester anggaran tahun ini proses perbaikan tersebut bisa segera dieksekusi sehingga kualitas jaringan Wi-Fi di lingkungan kampus dapat menjadi lebih baik dan merata. 

Wasi juga menambahkan bahwa dalam proses pengadaan fasilitas, terkadang hasilnya memang tidak selalu bisa langsung sesuai dengan harapan semua pihak. Namun yang terpenting adalah adanya upaya yang sedang dilakukan untuk memperbaiki kondisi yang ada saat ini. Karena itu, Dia berharap civitas akademika dapat bersabar dan melihat proses ini sebagai bagian dari langkah perbaikan yang sedang berjalan. Dengan adanya pemetaan dan rencana perbaikan yang sedang dilakukan oleh universitas melalui UPATIK, diharapkan ke depannya jaringan Wi-Fi di seluruh area kampus dapat lebih stabil, kuat, dan mampu mendukung aktivitas akademik mahasiswa maupun dosen dengan lebih baik.

Sebagai informasi tambahan eduroam (education roaming) merupakan layanan global yang menyediakan akses Wi-Fi aman bagi anggota komunitas pendidikan dan penelitian di seluruh dunia. 

 

Reporter: Nur Fadhilah Hanifah Alma, Anggi Dwi Agus Setiani, Reka Syawal Purnama

Editor: Alexandra Prameswari 

 

Sumber ilustrasi: Pinterest.com 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *