Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar aksi pernyataan sikap di depan patung kuda sebagai bentuk penolakan praktik korupsi di lingkungan kampus pada Jumat (21/8/2026).
Sebelum melakukan pernyataan sikap mahasiswa memasang spanduk di patung Jenderal Soedirman dan menyampaikan orasi mereka. Orasi yang disampaikan meminta agar tidak ada yang dirahasiakan oleh pihak kampus, serta adanya transparansi terhadap kasus korupsi yang melibatkan rektor dan jajarannya.
Massa aksi menilai bahwa para pejabat Unsoed tidak mengimplementasikan pendidikan moral yang diajarkan di Unsoed sendiri. Selain itu, orasi yang cukup banyak disampaikan massa adalah berupa desakan agar rektor Akhmad Sodiq segera mundur dari jabatannya.
Pamungkas, Koordinator Lapangan dari BEM Unsoed, mengatakan mahasiswa Unsoed menginginkan adanya transparansi dan kebijakan menyeluruh yang inklusif terhadap masyarakat. Menurutnya, transparansi dan kebijakan yang menyeluruh masih menjadi pekerjaan rumah bagi Unsoed dari tahun ke tahun.
“Yang tentunya menjadi PR Unsoed dari tahun ke tahun adalah transparansi dan juga bagaimana kebijakan itu bisa menyeluruh. Menyeluruh di sini adalah bisa menginklusivitas kepada masyarakat,” katanya.
Pamungkas juga menyampaikan kekhawatiran mahasiswa terhadap dampak kasus OTT terhadap keberlangsungan kegiatan akademik di Unsoed. Ia mengatakan, mahasiswa khawatir kasus tersebut dapat menimbulkan ketidakjelasan terkait pelaksanaan wisuda, membebani proses akademik, hingga mempengaruhi pelaksanaan kebijakan yang seharusnya telah berjalan.
“Hari ini kekhawatiran mahasiswa akhir adalah tidak ada kejelasan mengenai wisuda. Ada yang ngomong karena rektor ketangkap itu nantinya akan membebankan akademik atau bahkan bisa memperpanjang dan bisa memperkeruh suasana nantinya. Bahkan nanti kebijakan yang nantinya seharusnya sudah berjalan bisa saja tidak sesuai dengan apa yang disesuaikan. Apa peraturannya, apa nantinya, apa yang seharusnya terjadi malah nantinya memperlambat dan juga berdampak kepada mahasiswa. Kita tidak ingin itu,” katanya.
Terkait respons yang diharapkan dari aksi pernyataan sikap tersebut, Pamungkas mengatakan mahasiswa ingin menjaga nama Universitas Jenderal Soedirman, menolak tindak korupsi, dan menginginkan hukum yang ditegakkan bersifat transparan dan adil.
“Pertama, kita pengen menjaga nama Universitas Jenderal Soedirman. Kedua, sikap kita jelas untuk menolak korupsi. Yang ketiga adalah, kita pengen untuk hukum yang ditegakkan nantinya itu bisa setransparan mungkin dan seadil-adilnya,” katanya.
Dalam pernyataan sikap akhir yang dibawa oleh Presiden BEM Unsoed, Azza, menyatakan bahwa kampus tidak boleh kehilangan integritas di tengah persoalan yang terjadi.


