projustitiaunsoed.com

Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi, Kolonialisme Di Zaman Kita” Di UIN Saizu Ramai Didatangi Mahasiswa

Kegiatan nonton bareng (Nobar) dan diskusi film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” digelar di Gedung Student Center Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) pada Selasa (28/4/2026) malam. Acara yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB ini baru dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Banyumas. 

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka kesadaran publik bahwa praktik kolonialisme masih terjadi di era modern khususnya yang terjadi di Papua. Film yang diputar mengangkat isu proyek-proyek besar pemerintah di Papua, seperti program ketahanan pangan (food estate) dan transisi energi berupa bioetanol serta biodiesel.

Dalam film tersebut, proyek food estate disorot karena dinilai mengulang kegagalan serupa di Kalimantan yang telah menghabiskan ratusan ribu hektare lahan. Meski demikian, proyek tersebut tetap dilanjutkan di Papua dengan cakupan yang lebih luas, mencapai sekitar 2,5 juta hektare. Selain itu, proyek di Papua juga disebut melibatkan pengawalan militer dalam jumlah besar.

Sejak awal memasuki lokasi, suasana kegiatan sudah terasa hidup. Di pintu masuk, panitia menyediakan dua meja: satu untuk donasi bagi pengungsi Papua yang akan disalurkan melalui Koperasi Ekspedisi Indonesia, sekaligus pembagian stiker bertuliskan “Bebaskan Tahanan Politik Banyumas”, dan satu lagi untuk penjualan kopi bagi pengunjung. 

Pemutaran film dilakukan menggunakan proyektor di dalam gedung yang dipadati penonton. Namun, beberapa kali pemutaran mengalami gangguan teknis akibat jaringan yang tidak stabil. Setiap kali film tersendat, penonton serempak mengeluarkan suara kecewa. Meski demikian, antusiasme tidak surut dan sebagian besar tetap bertahan hingga film selesai.

Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan sesi tanggapan dari penonton. Dalam sesi ini, salah satu penanggap mengajak mahasiswa asal Papua untuk maju ke depan dan menyanyikan lagu bersama.

Diskusi kemudian menghadirkan dua pemantik, yaitu Hariyadi dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Sidiq Adi Purnama mahasiswa Unsoed, dengan Muhammad Zulfan Azmi, mahasiswa UIN Saizu, sebagai moderator. Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah konsep “kolonialisme internal” yang dinilai tergambar jelas dalam film tersebut. 

 

Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Para peserta menyuarakan kalimat solidaritas, seperti “Papua Bukan Tanah Kosong” dan “Bebaskan Tahanan Politik Banyumas” sebagai bentuk dukungan terhadap isu yang diangkat dalam kegiatan tersebut pada sekitar pukul 22.30 WIB.

Dominika Asnath Kawor, mahasiswa Unsoed asal Papua yang juga menjadi penonton dalam kegiatan ini merasa terharu dan sedih saat menonton film tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ia dulu pernah punya keinginan membuat film dokumenter seperti “Pesta Babi, Kolonialisme Di Zaman Kita”, menyampaikan terima kasih kepada pembuat film tersebut serta mengutarakan pesan kepada semua penonton film untuk mengambil hal yang baik dan membuang hal yang buruk dari film tersebut.

“Ambil maknanya yang baik dan yang buruknya dibuang karna, sebagian besar orang Papua tuh bukan orang jahat, mereka hanya mempertahankan hak-haknya” pesannya. 

 

Reporter: Reka Syawal Purnama 

Penyunting: Alya Septiyana

Editor desain: Reka Syawal Purnama, Alexandra Prameswari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *