Aliansi Soedirman Melawan menggelar Aksi Kamisan di depan Patung Kuda Unsoed, Purwokerto Utara, Banyumas, Kamis (10/9/2026), dengan menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan yang ada di Indonesia.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.32 WIB tersebut mengangkat sejumlah persoalan terkait hak asasi manusia (HAM), kebijakan pemerintah, hingga persoalan penanganan Kebakaran Hutan & Lahan (Karhutla).
Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa mahasiswa Unsoed masih menunjukkan keberpihakan terhadap persoalan HAM hingga saat ini. Dalam orasinya, ia juga menyampaikan kritik terhadap kondisi pemerintahan yang dinilai tidak bertanggung jawab terhadap rakyat.
Selain penyampaian orasi, Aksi Kamisan diisi dengan pembacaan puisi dan penampilan stand-up comedy. Sejak awal kegiatan, turut tersedia lapak baca yang dapat diakses oleh peserta aksi.
Sejumlah isu nasional turut menjadi perhatian dalam orasi. Para orator menyinggung buku Islam Ala Prabowo yang dinilai cenderung mengglorifikasi Prabowo Subianto, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, serta pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Masyarakat Adat.
Mengenai RUU Masyarakat Adat, orator menyoroti rencana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membahas RUU tersebut tanpa mengakui tanah ulayat yang dinilai sebagai faktor utama sekaligus bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat.
Isu kekerasan juga menjadi bagian dari tuntutan yang disampaikan. Peserta aksi menyinggung kasus Andrie Yunus yang disebut dalam orasi sebagai korban penyiraman air keras yang melibatkan TNI dan menyayangkan keputusan bahwa pelakunya tidak jadi dipecat. Selain itu, orator turut menyampaikan keprihatinan terhadap korban Karhutla di Kalimantan serta korban tindakan kekerasan yang dikaitkan dengan aparat militer.
Aksi kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu “Darah Juang”. Setelah itu, pada sekitar pukul 17.56 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk mendoakan para korban dari berbagai persoalan yang disoroti dalam aksi.
Melalui Aksi Kamisan tersebut, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap sejumlah persoalan publik sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap korban pelanggaran HAM dan berbagai peristiwa yang dinilai merugikan masyarakat.
Reporter: Reka Syawal Purnama
Penyunting: Alya Septiyana
Editor Desain: Alexandra Prameswari


