Mahasiwa Unsoed Gelar Aksi Panggung Bebas, Soroti Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-GibaranMahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar aksi panggung bebas di depan patung kuda Unsoed yang menyoroti dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran pada Senin (9/10/2026). Dalam aksi panggung bebas tersebut, massa aksi menyampaikan keresahan serta kritik, dan juga pertunjukan karya.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah persoalan, mengenai salah satu janji Prabowo-Gibran berupa 19 juta lapangan kerja yang tidak kunjung terwujud, pelemahan nilai tukar rupiah, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), dan buruknya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang merugikan beberapa negara sekaligus. Massa juga menyediakan lapak baca buku, pakaian bekas gratis, serta beras gratis untuk masyarakat sekitar
Dalam salah satu orasi, massa menyampaikan informasi bahwa terdapat kabar di daerah Banyumas sudah diterapkan pembatasan pengisian BBM pada motor. Selain itu, massa juga mengkritik efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Prabowo, yang hingga anggaran untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga terdampak pemotongan anggaran, sehingga dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan dalam menangani berbagai bencana yang sedang terjadi.
Massa juga menyoroti bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) mendapatkan anggaran prioritas, dan juga mengkritik bahwa Kementerian Pertahanan dianggap mencerminkan tata kelola pemerintah yang buruk.
Dalam orasi lainnya, mahasiswa mempersoalkan bahwa terdapat kecacatan pencalonan Gibran karena tidak ditemukannya ijazah miliknya dalam putusan Mahkamah Konstitusi sehingga dianggap tidak memenuhi kualifikasi dalam menjabat sebagai Wakil Presiden.
Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, turut melakukan orasi bahwa kekuasaan saat ini gagal dalam memberi kesejahteraan bagi rakyat. Ia menyuarakan juga, bahwa rezim tidak tahu menjalankan fungsinya, justru menjalankan fungsi secara serampangan.
Selain massa aksi melakukan orasi yang berisi keresahan dan juga kritik, aksi panggung bebas juga melakukan penampilan berupa monolog yang dibawakan oleh salah satu mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unsoed.
Aksi panggung bebas ditutup dengan pernyataan sikap oleh mahasiswa yang dibawa oleh Azza yang menyatakan bahwa mahasiswa menentang kebijakan-kebijakan yang membebani rakyatnya, tidak mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, serta mendesak pemerintah untuk segera mengatasi bencana Karhutla.
Sebagai tindak lanjut, dalam pernyataan sikap juga menyampaikan bahwa akan mengadakan konsolidasi bersama aliansi Banyumas Raya untuk melanjutkan penyampaian aspirasi.
Reporter: Listya Palupi, Ahmad Nur Rohman, Reka Syawal Purnama
Penyunting: Reka Syawal Purnama
Editor Desain: Citra Allaieda Zahira


